Skripsi Asuransi Jiwa Bag2

Jasa Pembuatan Skripsi Tesis Disertasi 085771726666

Skripsi Asuransi Jiwa Bag2

Artikel Ini Adalalah Lanjutan Contoh Skripsi Asuransi Jiwa Bagian 1 Yang Belum Baca Klik disini

1. Latar Belakang
Industri Perasuransian merupakan salah satu bentuk Lembaga Keuagan Non Bank yang berperan menjadi salah satu pilar perekonomian nasional. Peran tersebut terkait dengan kemampuannya sebagai lembaga penerima pemindahan risiko (transfer of risk) masyarakat serta lembaga penghimpun dan penyerap akumulasi dana masyarakat. Konsep tersebut sejalan dengan beberapa hasil studi dan penelitian empiris yang telah dilakukan pada beberapa negara lain di Asia yang menunjukkan bahwa, industri asuransi menjadi salah satu pilar dalam pertumbuhan ekonomi (Soo, 1999; Webb, 2000; Ward dan Zurbrueeg, 2000; Hwang dan Greenford, 2005; Feyen et al, 2011).
Hasil studi empiris yang dilakukan oleh Zhu (1999), Hwang dan Gao (2003), serta Hwang dan Greenford (2005) menunjukkan bahwa pertumbuhan industri perasuransian di China memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap perkembangan ekonomi makro negara tersebut. Menurut hasil penelitian Beck dan Levine (2004), serta Arena (2006) negara-negara dengan memiliki tingkat pertumbuhan industri asuransi berpengaruh secara positif terhadap faktor produksi, tabungan dan akumulasi modal investasi.
Berdasarkan analisis terhadap beberapa indikator perkembangan industri perasuransian Indonesia dalam kurun waktu 2006 – 2011 menunjukkan bahwa sektor asuransi jiwa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan industri perasuransian Indonesia. Hal tersebut terlihat dari beberapa indikator kontribusi asuransi jiwa terhadap perkembangan bisnis industri perasuransian nasional dalam periode enam tahun terakhir yang meliputi (1) total kekayaan (assets) asuransi jiwa dengan kontribusi rata-rata sebesar 46,5%; (2) tingkat rata-rata pertumbuhan kekayaan (assets) asuransi jiwa dengan kontribusi 33%; serta, (3) tingkat rata-rata pertumbuhan premi dengan kontribusi sebesar 22,4%. Berdasarkan hal tersebut studi empiris faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi permintaan asuransi jiwa di Indonesia merupakan salah satu bahan diskusi yang menarik.
Pertumbuhan bisnis dan permintaan asuransi jiwa menurut beberapa studi empiris yang telah dilakukan terdahulu dipengaruhi oleh peningkatan kondisi sosial, perubahan demografi dan perkembangan ekonomi makro (Lewis, 1989; Bernheim, 2001; Lind dan Grace, 2006; Nestrova, 2008; serta Celik dan Kayali, 2009). Hasil studi empiris Ward dan Zurbruegg (2002) di negara-negara yang tergabung dalam Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menunjukkan bahwa, terdapat hubungan kausalitas yang signifikan antara pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan asuransi jiwa. Menurut studi Webb et al (2002) perkembangan ekonomi makro dapat digunakan sebagai predictor variable dalam melakukan analisis permintaan asuransi jiwa. Berdasarkan analisis terhadap beberapa studi empiris terdahulu dari Ward dan Zurbruegg (2002), Web et al (2002), serta Kugler dan Ofoghi (2006) fungsi permintaan industri asuransi jiwa dipengaruhi oleh pertumbuhan dan peningkatan Gross Domestic Product (GDP).
Beberapa studi yang terdahulu dan kajian teoritis menunjukkan bahwa, fungsi permintaan (demand function) asuransi jiwa merupakan representasi beberapa indikator, meliputi (1) Life insurance penetration, yaitu rasio jumlah premi asuransi jiwa dibandingkan dengan tingkat Product Domestic Bruto (Ward dan Zurbruegg, 2002; Web et al, 2002; Beck, 2002). (2) Life insurance density, yaitu rasio jumlah premi asuransi jiwa dibandingkan dengan jumlah penduduk (Ward dan Zurberegg, 2000; Beck, 2002; Lind dan Grace, 2006; Kugler dan Ofoghi, 2006; Nestrova, 2008). (3) Life insurance in private saving, yaitu rasio jumlah premi asuransi terhadap jumlah tabungan masyarakat (Web et al, 2002; Beck, 2002; Kugler dan Ofoghi, 2006).
Laporan Perasuransian (2011) menunjukkan bahwa tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia yang dicerminkan oleh rasio premi bruto asuransi jiwa terhadap Product Domestic Bruto (PDB), dalam periode tahun 2006 – 2011 secara berurutan adalah sebesar 0.82% tahun 2006, 1,15% tahun 2007, 1,01% tahun 2008, 1,10% tahun 2009, serta 1,13% tahun 2010. Berdasarkan data tersebut tingkat penetrasi asuransi jiwa (life insurance penetration) tertinggi diraih pada tahun 2011 yaitu sebesar 1,19%, dengan tingkat pertumbuhan premi sebesar 40%. Tingkat pertumbuhan premi pada tahun 2011 tersebut merupakan tingkat pertumbuhan yang tertinggi dalam periode tahun 2006 – 2011. Deskripsi selengkapnya perkembangan penetrasi, density dan kontribusi asuransi jiwa disajikan pada gambar 1.
Pada gambar 1., ditunjukkan perkembangan nilai life insurance density yaitu perbandingan nilai premi bruto yang berhasil dikumpulkan oleh industri asuransi jiwa dengan jumlah penduduk tahun 2006 – 2010. Tingkat life insurance density tertinggi selama periode lima tahun tersebut dicapai pada tahun 2010 yaitu sebesar Rp. 315.844,00. Besarnya life insurance density mencerminkan rata-rata setiap penduduk di Indonesia mengeluarkan dana sebesar Rp. 315.844,00 untuk membayar premi asuransi jiwa. Indikator fungsi permintaan lainnya adalah tingkat life insurance in private saving, yang mencerminkan besarnya prosentase nilai premi asuransi jiwa dibandingkan dengan tabungan masyarakat. Besarnya life insurance in private saving pada tahun 2010 adalah sebesar 12.29%, kondisi tersebut mencerminkan bahwa jumlah dana yang dialokasikan oleh masyarakat untuk membayar premi asuransi jiwa sebesar 12.29% dari jumlah dana yang ditabung di bank.

Leave a Reply

Jasa Pembuatan Skripsi Tesis Disertasi